Category: Puisi

  • Nestapa di Penghujung Tahun

    Nestapa di Penghujung Tahun

    Oleh: Arizh Ma’u Tuba* (Puisi untuk Gunung Lewotobi) Di ujung timur langit,Lewotobi terjaga,Rembulan meredup,Awan kelam menyelimuti bumi. Bumi bergetar,Lahar merah mengalir deras,Seakan menangis dari dalam dada,Menghantarkan pesan dari jauh,Tentang kekuatan yang terpendam. Api membara, menyulam cahaya,Di antara desiran angin dan kabut,Dedaunan bergoyang ketakutan,Sungai mengalir bukan air,Tapi lara yang tak terungkap. Lewotobi,Kau bukan hanya api dan…

  • PUISI-PUISI ERBIN SAY*

    PUISI-PUISI ERBIN SAY*

    Suara Jangkrik Kalau kau bisa dengar suara jangkrikberarti kau tidak tuli Kalau kau bisa dengar suara jangkrik berarti jangkrik tidak sia-sia bersuaraKalau kau bisa dengar suara jangkrikkau tahujangkrik bisa bersuara Kalau kau bisa dengar suara jangkrik kau tahu jangkrik bukan tetanggamuKalau kau bisa dengar suara jangkrikkau tahujangkrik tidak termasuk warga Kalau kau bisa dengar suara…

  • PUISI-PUISI PUTRA NIRON*

    PUISI-PUISI PUTRA NIRON*

    π‘ƒπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ:π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘ π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” πΎπ‘Žπ‘‘π‘œπ‘™π‘–π‘˜, π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘’π‘˜π‘Žπ‘– π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž-π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š πΎπ‘–π‘‘π‘Žπ‘ 𝑆𝑒𝑐𝑖, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘ β„Žπ‘’π‘šπ‘Žπ‘‘ π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘“π‘ π‘–π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘π‘Ÿπ‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘– π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘šπ‘Žπ‘ π‘–π‘›π‘”-π‘šπ‘Žπ‘ π‘–π‘›π‘” π‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘π‘Ž. π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘– π‘šπ‘’π‘›π‘π‘œπ‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘Žπ‘“π‘ π‘–π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘‘π‘’ π‘‘π‘’π‘Ž π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š πΎπ‘–π‘‘π‘Žπ‘ 𝑆𝑒𝑐𝑖 π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘π‘’π‘‘ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– 𝑃𝑒𝑖𝑠𝑖. π΅π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘’π‘‘ 𝑖𝑛𝑖 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘”π‘Ž π‘π‘’π‘Žβ„Ž 𝑝𝑒𝑖𝑠𝑖 β„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘™ π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘‘π‘Žπ‘“π‘ π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Ž π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š πΎπ‘–π‘‘π‘Žπ‘ 𝑆𝑒𝑐𝑖. CERITA DENGAN RIMA…

  • PUISI-PUISI MARSEL NATAR*

    PUISI-PUISI MARSEL NATAR*

    Rindu yang paling patah Aku rindu padamuSeperti saat kau jauh dari sepasang mata ibumuYang tak sanggup terucap kata atau rinai air mataDan, menghitung laju waktu adalah lukaBilamana kita berjumpaAkankah menunda waktu untuk berpisah?Tidak! Kerinduan senantiasa berkisahPertemuan dan perpisahan itu ibarat sepasang kekasih yang terpisah ruang dan waktuLalu, kerinduan adalah jeritan hati yang paling patahLaku raga…

  • Puisi-puisi Hyan Godho

    Puisi-puisi Hyan Godho

    MAGDALENA Teman saya, MagdalenaWaktu masih siswaCantik betul isi kepalanyaisi hatinyaIa pandai bercakapLihai bertindakIa teladan di sekolahSetiap kali ikut lomba selalu tembus Ibu KotaPulang angkat pialaIa seperti bintangTerang benderang. β€œOrang ini masa depan tinggal petik saja”, pikir saya. Tetapi waktu jadi mahasiswaMagdalena jumawahidup tidak tahu jadi apa.Masa depannya patah di Jawateman-teman bilangia berantakanke sana, kemarihingar bingargonta-ganti…

  • Puisi-puisi Yurgo Purab

    Puisi-puisi Yurgo Purab

    β€”

    by

    in ,

    Ama, Laut dan Rindu Pulang Rumah* Laut adalah sahabat karib, tempat Ama meletakan kepala dan menghangatkan tubuh. Barangkali ia masih ingat pagi itu, saat langit belum begitu terang dan angin memangkas segala rindu untuk pulang. Selepas perahu berkemas dan petang merembang jauh, Ama masih di situ: mengingat mimpi-mimpi yang pergi sebelum waktunya.  Senja meruncing merah,…

  • Puisi-puisi Marselus Natar*

    Puisi-puisi Marselus Natar*

    Deru DebuBila perjalanan adalah perjuanganIzinkan aku sejenak menyingsingkan lenganMerapikan langkah kaki yang kian lenggang ke persimpanganMeluruskan tatapan mataku pada keterarahan di titik bidik tujuanLalu perlahan pasti meninggalkan jalan kemarinYang deru debunya masih terngiang di kemah ingatanDengan seribu satu kesan juga pesan Melarung KenanganDi sudut ingatanJarum detik, menit dan jam termanguMenghentikan laju hari yang larinya melampaui…

  • Bidak-bidak

    Bidak-bidak

    (Foto: Ist.)

  • Angin pada Api

    Angin pada Api

    β€”

    by

    in ,

    (Foto: Ist.)

  • Via Dolorosa

    Via Dolorosa

    β€”

    by

    in ,

    (Foto: Ist.)