Author: HD
-

Alarm, Bunuh Diri Remaja!
Oleh: Robert Bala* Kisah bunuh diri sepasang kekasih yang hanya berjarak dua minggu di Flotim setelah kematian salah satunya, sangat menyayat hati. Kematian orang karena bunuh diri selama ini masih berada pada taraf ‘tunggal’. Kini dua orang sepakat melewati jalan yang sama. Pada hari yang sama terjadi kasus bunuh diri remaja di Nagekeo. Hal ini…
-

Mayat Tak Butuh Adat
Oleh: Marselus Natar* Tulisan ini terinspirasi dari sepenggal kalimat yang diunggah pada laman akun Facebook milik Pius Rengka, yang berbunyi demikian: “Mayat Tak Butuh Adat”. Tulisan yang diunggah pada (Rabu, 19/02/2025) tersebut cukup menyentuh hati dan memantik nalar untuk berpikir tentang eksistensi adat istiadat dalam konteks kematian. Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengendus apa maksud…
-

Kedaulatan Digital
Oleh: Bayu Tonggo* Tulisan ini lebih merupakan ikhtiar penulis untuk kembali mempertegas catatan narasi.tv dalam sebuah video bertajuk “Cas, Cis, Cus, Ekonomi Digital Indonesia” yang dibawakan oleh Presenter, Adelline Tri Putri, dan diunggah di YouTube pada 12 Januari 2022. Meski telah diunggah tiga tahun lalu, hemat penulis, catatan ini masih hangat untuk didiskursuskan di tengah gonjang-ganjing ekonomi digital…
-

Kolusi dan Nepotisme di Lingkungan Kerja: Ancaman bagi Profesionalisme dan Keadilan
Oleh: Marselus Natar* Dalam dunia kerja, kompetensi dan profesionalisme seharusnya menjadi fondasi utama dalam menentukan karier seseorang. Namun, realitas sering kali menunjukkan hal yang berbeda. Praktik kolusi dan nepotisme telah mengakar di banyak organisasi, menggerogoti prinsip keadilan dan meritokrasi. Kolusi, yang merupakan kesepakatan terselubung demi kepentingan pribadi atau kelompok, serta nepotisme, yang mengutamakan sanak saudara…
-

Dramaturgi di Ruang Sidang: Ketika Advokat Lupa Peran dan Etika
Oleh: Gregorius Upi Dheo, S.H., M.H.* Insiden yang melibatkan Razman Arif Nasution dan Firdaus Oiwobo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjadi tontonan yang memalukan bagi profesi advokat. Firdaus yang melompat ke atas meja sidang bukan hanya menunjukkan sikap tidak profesional, tetapi juga merusak kredibilitas advokat sebagai penjaga keadilan. Namun, masalahnya bukan sekadar tindakan…
-

Gereja Mempersatukan Flores
Oleh: Drs. G. F. Didinong Say* Frans Seda pernah mengungkapkan sebuah kalimat yang legendaris di masa lalu di antara kalangan orang Katolik Flores. Ia menyebutkan bahwa hanya gereja dan parpol yang bisa menyatukan orang Flores. Kalimat ini sahih berkenaan dengan propaganda politik identitas, ketika masih ada Partai Katolik sebagai pilihan politik paling proper bagi orang…
-

𝗦𝗮𝘆𝗮, 𝙁𝙖𝙘𝙚𝙗𝙤𝙤𝙠, 𝗱𝗮𝗻 “𝗦𝗮𝘆𝗮”
Masih segar dalam ingatan saya, tahun 2011, 𝘧𝘢𝘤𝘦𝘣𝘰𝘰𝘬 sama sekali belum populer, baik di Bajawa-Flores pada umumnya, khususnya di Seminari Mataloko, Flores, NTT. Saya memang pernah mendengar orang mulai membicarakannya, tetapi sama sekali belum tahu, apa dan bagaimana 𝘧𝘢𝘤𝘦𝘣𝘰𝘰𝘬 itu. Namun, entah karena apa, sudah saya lupa, pada liburan panjang selepas Ujian Nasional (UN) SMA,…
-

NTT dan Tren Bunuh Diri: Alarm Sosial yang Perlu Disikapi Serius
Oleh: Marselus Natar* Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dikenal karena keindahan alamnya, keunikan budayanya, serta semangat gotong royong masyarakatnya. Namun, di balik keindahan tersebut, ada sisi gelap yang sering kali luput dari perhatian: tingginya angka bunuh diri. Fenomena ini bukan hanya persoalan individu, tetapi mencerminkan masalah sosial yang lebih…
-

Saatnya Berdamai: Meninggalkan Jejak Indah untuk Ngada
Oleh: Gregorius Upi Dheo* Waktu terus berjalan, dan setiap kepemimpinan memiliki akhirnya. Dalam hitungan hari, Bupati Andreas Paru akan mengakhiri masa jabatannya pada 6 Februari 2025. Seiring dengan itu, Kabupaten Ngada akan memasuki babak baru dengan hadirnya Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Berny Dhey Ngebu sebagai pemimpin yang akan membawa arah pemerintahan selanjutnya. Peralihan…
-

Jembatan Donatur dan Para Korban (Sebuah Sentilan Kemanusiaan)
Oleh: Stefanus Wolo Itu* Hari Minggu 19 Januari 2025, saya diundang lembaga donor Kirche in Not Swiss di kota Luzern. Kirche in Not adalah sebuah lembaga internasional katolik yang bernaung di bawah Vatikan. Lembaga ini menggerakan aksi belarasa untuk para Uskup, imam, biarawan/wati, dan umat kristiani. Khususnya mereka yang mengalami penindasan dan keterbatasan sarana-prasarana pewartaan…